Friday, August 18, 2006

"Eh, boleh tau gak?"

"Eh, gue boleh tau gak? Dulu itu gimana awalnya sampe lu pake jilbab? Ada suatu ilham apa ato ada kejadian apa gitu gak?"

Pertanyaan yg selalu membuat saya tersenyum, terkenang masa-masa kecil sampai akhirnya berkerudung. Dari playgroup (umur 2,5 tahun, Playgroup Tadika Puri, dekat rumah) saya sudah tau, saya ini orang Islam, kalau ditanya,"Agama kamu apa?" saya sudah bisa jawab, "Islam." Saya pernah "protes" sama bu guru saya waktu mengajarkan sebuah lagu yg ada kata "astaga"nya, saya bilang, "Kata bapak saya, kita gak boleh bilang astaga, bilangnya astaghfirulloh" dan akhirnya lagu itu diganti bagian astaganya dg astaghfirulloh, walaupun terusnya saya merasa ada yg aneh dg lagu itu. Saya suka disuruh nenek untuk ikut ngaji di rumah ibu Ntun di ujung gang, tapi saya takut sekali karena katanya ibu itu galak (dan saya menyesalinya sekarang...). Saya baru mulai belajar baca Qur'an kelas 3 SD, di garasi rumah. Waktu saya lihat lagi foto-fotonya, saya suka ketawa sendiri. Waktu itu yg mengajar adalah ibu Yoyoh, hafidz Qur'an lulusan IAIN jurusan hapal Qur'an (wkt dulu begitulah saya diberitahu tentang "latar belakang" ibu Yoyoh). Ibu Yoyoh memerintahkan agar kami memakai baju yg menutup aurat, rok panjang. Tapi di foto itu jelas terlihat saya dan teman saya, Mila (sekompleks, se-SD sampai se-SMA) menggunakan kaus lengan lebih pendek dari kaus lengan pendek, berok panjang, dan berkerudung (waktu itu saya bilang kerudung itu yg cuma asal nemplok di kepala, kalo jilbab itu yg dipenitiin rapi). Sepertinya kami tidak mengerti aurat itu mana aja dan setelah mengerti pun tidak beritikad memakai baju yg gerah. Waktu SD, blm ada teman yg berkerudung, baru ada waktu SMP. Salah satunya teman baik saya, FItri. Dia rajin sekali mengajak saya ikut pengajian dan mengingatkan untuk memakai kerudung, "Kerudung itu kan wajib, Mi, bla bla bla." Dan dia berhasil membuat saya membeli seperangkat baju panjang, kerudung, manset, dan pernak perniknya. Namun urung saya pakai karena bapa bilang, "Nanti sajalah kalau udah besar, sekarang kan kamu masih mau pake baju ini itu, nanti kalo udah kerudungan masa dilepas lagi? Malu-maluin aja." (yaa ghoffaar... ampunilah dosa-dosa bapa ku, dan tempatkanlah dia di tempat yg terbaik di sisi-Mu... amiin). Saya sempat sering kali menghindarinya, saking kesalnya dikasih tau dan ditanya itu-itu juga.
Waktu SMA, Mila pun mulai berkerudung. Walaupun dia tidak "sesemangat" Fitri dalam mengajak berkerudung, pun ikut mentoring, tapi dia pun melakukan hal yg kurang lebih sama. Dan saya malah jadi makin sering mangkir dari mentoring (terutama kalo udah kebagian ngasi kultum...). Waktu itu sepulang salah satu mentoring, saya juga sempat hampir berkerudung, dan lagi-lagi terbentur dg ketidakyakinan bahwa saya kuat berkerudung, dan bisa menjaga "nama baik" kerudung yg identik dengan Islam. Waktu ikut pemilihan siswa teladan di Bandung, teman sekamar menggunakan kerudung, dan saya ditanya lagi, "Kenapa gak pake kerudung? Kan wajib? Kapan mau berkerudung?"
Berangkat kuliah, lagi-lagi 4JJI menempatkan saya bersama dengan teman-teman terbaik, yang juga getol mengajak saya berkerudung, Linda, Aulia, Rita, dan teman-teman "jilbaber" lainnya. Sepulang dari kepanitiaan Ramadhan di kampus, hampir lagi saya menggunakan kerudung. Bahkan waktu itu ibu datang menjemput ke asrama dengan keyakinan bahwa sepertinya anaknya sekarang benar-benar berkerudung. Sayangnya tidak, belum.
Waktu sudah bekerja dan ikut Studi Islam Intensif (SII) yg diadakan oleh rohis Indosat, kembali saya berkeinginan untuk berkerudung. Bahkan sempat seharian saya tidak melepas kerudung saya di kos (lagi-lagi 4JJI menempatkan saya sekamar dg pemakai kerudung, Rani). Tapi lagi-lagi kandas, tidak terealisasi. Saya tidak ingat benar apa lagi penyebabnya.
Saya benar-benar melaksanakan berkerudung, setelah Bapa meninggal. Beberapa hari setelah bapa meninggal (seingat saya tidak sampai berminggu-minggu setelahnya), saya nekat menggunakan kerudung, tidak memikirkan ada stok bajunya, kerudungnya, atau apalah. Yang ada dalam benak saya waktu itu adalah, saya tidak mau membuat ayah saya disiksa di kuburnya atau kapan pun, karena dia tidak menyuruh saya berkerudung, padahal kerudung itu wajib. Saya tidak ingin ayah saya tidak bisa selamat, karena anaknya yg cuma satu pun tidak bisa menyelamatkannya dg doa sebagai anak sholehah. Sungguh kasihan ayah, kalau sampai jerih payahnya mendidik saya selama ini, menyusui saya dg botol susu di kala saya bayi dan terbangun di tengah malam, mengganti popok dan seprei yg basah sewaktu saya mengompol di pagi, siang dan malam hari, membuatkan saya makan mie di pagi hari sebelum berangkat sekolah waktu TK sampai SD, mengantar dan menjemput saya ke sekolah waktu SD, bahkan menjemput saya pulang les LIA di tengah hujan deras karena kekhawatirannya, berhutang untuk menyediakan penghidupan dan pendidikan yg layak untuk anaknya semata wayang ini, dan banyak lagi kasih sayangnya yg tidak cukup untuk dilist satu per satu. Sungguh apalah yg bisa saya berikan sebagai balasan, kecuali berusaha sekuat tenaga menjadi anak sholehah yg selalu mendoakan pengampunan dan keselamatannya dari siksa dan naar.
Maka saya pun mendekat pada 4JJI, memulainya dg kerudung. Kerudung seadanya, tipis, dan pas sampai di dada. Lalu saya mulai rajin datang ke pengajian, pengajian apa pun, dg niat menambah ilmu Islam. Lalu saya mulai mengganti kerudung saya dg kerudung yg lebih panjang (walaupun sekarang setelah diliat lagi, tetep lebih tipis). Setelah menikah, saya pun diajarkan suami untuk menggunakan kerudung yg lebih tebal, dan mengganti celana panjang dengan rok panjang, dan terkadang menggunakan gamis.

Jadi, waktu awal menggunakan kerudung, jawaban pertanyaan di atas adalah : untuk menyelamatkan bapa saya dari siksa dan untuk mengawali menjadi anak sholehah yg selalu mendoakannya...

Kalau ada lagi yg tanya sekarang-sekarang ini, jawabannya lebih sederhana,"Karena 4JJI dan Rasul-Nya memerintahkan demikian" dan mungkin saya akan menyodorkan buku Pendidikan Cinta untuk Anak saya padanya...

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(An-Nur 31)"

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yg dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS Al Ahzaab :33)"

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min , "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan 4JJI Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab :59)"

"Niscaya 4JJI akan memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati 4JJI dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar (QS Al Ahzab : 71)"

"
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas (nya)", jika mereka mengetahui.(QS At Taubah : 81)"

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS Al-A'raaf : 26-27)"

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab : 36)"

" Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Luqman : 15) "


Kerudung saja tidak cukup ternyata ya? Saya masih perlu banyak belajar tentang Islam. Tak cukup waktu untuk mendengarkan musik dan lagu-lagu baru seperti jaman dulu kala, karena saya harus mengejar ketinggalan saya dalam penghapalan Qur'an (apa kata anak saya kalau saya suruh dia menghapal satu surat pendek, sedangkan saya sendiri tidak hapal?), saya ganti novel-novel itu dengan bacaan yg "menambah ilmu Islam" karena saya nanti harus membimbing anak saya kepada Islam (apakah cukup nanti saya mengatakan, wudhu itu begini dan begini-seperti yg diajarkan dari orangtua dan turun temurunnya, sholat ini begini dan begitu-seperti yg diajarkan dari orangtua dan turun temurunnya dan dari guru di sekolah-- sedangkan saya sendiri tidak tahu mana yg benar dari ajaran-ajaran itu?). Semoga 4JJI memberikan hidayah dan jalan yg lapang bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan mendidik anak-anak saya menjadi orang-orang yg bertakwa, dan menjadi cahaya yg menerangi lingkungannya dari kegelapan... AMiin.

"
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Al Ra'd : 11)"

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (QS An-Nahl 43-47)"

No comments: