Tuesday, February 02, 2010

Terlalu Takut

Rasa takut benar-benar menyiksa. Padahal seharusnya hanya takut sama Alloh, dan Alloh saja. Tapi ternyata masih juga menduakan.

Jalan lurus yg mulai dibina, tiba-tiba jadi berkelok ke kanan dan ke kiri, tidak tentu arah. Dan saat sadar, ingin rasanya keluar jalur yg sudah acak-acakan ini, dan memulainya lagi dari awal. Meluruskan trek.

Tidak pernah salah perintah untuk bergaul dengan orang-orang sholeh, karena itulah yg saya rasakan, kurangnya bergaul dengan para pencinta agama, membuat saya jauh juga. Bertahan di derasnya arus, sungguh sulit. Sekali lagi, saya rasa saya ingin sekali keluar jalur ini, mengawali kembali jalur yg harusnya lurus.

Mata dan hati adalah sumber kekacauan abadi. Tidak dipatuhinya perintah untuk menundukkan pandangan, akan membuat hatimu karatan, legam oleh berbagai jenis pembenaran yg dibenar-benarkan padahal tidak benar tapi dipaksakan agar tampak benar.

Di mana belokannya? Saya harus kembali, balik arah, dan kembali, mengurut lagi jalan yg saya bina agar lurus, sebelum sampai ke tikungan-tikungan tajam yg menyiksa.

Bertahan itu sungguh sulit. Menjaga hati agar bisa tetap peka cahaya hidayah, adalah kesulitan yg nyata, ketika cahaya itu terhalang banyak tumbuhan berduri.

Yaa Robb, tunjukkan jalan kembali. Kembali ke jalanMu yang lurus. Jalan orang-orang yg Engkau ridhoi. Bukan jalan kenikmatan yg menyesatkan.


@desk, when things going so rough and so wrong