Wednesday, October 31, 2007

Generasi Lenggang Kangkung, Plahak-plohok

[sigh]
Kalau almarhum bapak masih ada, pasti sepakat dengan istilah di atas.

Setiap berangkat kerja di pagi hari, motor kami melaju di sepanjang jalan yg kiri kanannya dijejali oleh sekolah, baik TK, SD, SMP, SMA, sampai PT. Macet? Jelas, angkot yg berhenti seenaknya begitu dibilang kiri atau melihat para pelajar menunggu di pinggir jalan, ditambah mobil pribadi dan motor yg berlomba menuju tujuan masing-masing di waktu bersamaan, tentu membuat jalanan macet di jam-jam berangkat sekolah/kantor/dagang. Tapi pemandangan yg paling membuat saya jengah adalah para pelajar itu :

1. Bajunya : kalau nggak terlalu hemat, terlihat kumal, lecek, berantakan, sok modis padahal ancur
2. Cara jalannya : lenggang kangkung, klemar klemer, serasa waktu akan menunggu walaupun bertahun mereka habiskan hanya untuk menyeberang jalan! Yap, cara mereka menyeberang jalan saja sudah lenggang kangkung, gimana cara mereka blajar? Kebayang : plahak plohok, cengho...
3. Cara ngomongnya : di mana tempat suara mereka menggelegar, sampai ke jabal kat kalau istilah alm bapak. Suami saya aja suka komentar, "Mereka itu gak cape apa ya ngomong terus? Keras lagi. Berisik!"
4. Bahan omongannya : wah, kebayang deh gimana "hasilnya"

Jaman saya dulu, masih terkenal yg namanya "kamus berjalan", anak-anak Recis yg kalau berjalan cepat dengan kepala menunduk mau menanduk. Di sekolah saya sendiri jarang tuh keliatan orang-orang yg begitu klemernya sampai nyebrang jalan aja perlu 5 menit sendiri.

Apakah mereka jadi begitu karena tidak ada orangtua yg begitu bersemangat "mengantarkan" anak-anaknya menuju lautan luas pengetahuan ya? Entahlah, mungkin sekarang memang jamannya generasi lenggang kangkung, plahak plohok, yg penting asoy...

No comments: